Terang dunia… sebenernya ilustrasi ini dah sering banget gw denger..berkali-kali, puluhan kali malah, mungkin dari SD he he… ternyata waktu mendengarnya lagi untuk kesekian kali pada berapa hari lalu ada sesuatu yang baru bisa gw pahami….Pencerahanlah istilah kerennya he he…
Pantas aja orang-orang dulu tuh sering banget ngasih pepatah/ wejangan berulang-ulang kali kaya kaset yang terus diputar FF-RW…..padahal qta yang denger kadang bosan dan sudah “hafal”..tapi yang bilang kok ga bosen yah he he…Mungkin maksudnya..akan ada saatnya qta akan bisa mengerti dan memaknai wejangan tsb dalam kehidupan qta sehari-hari
Orang tidak akan menyalakan pelita untuk meletakkannya di bawah gantang melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikian hendaklah terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu di surga.
Gw baru ‘ngeh’ ma fungsi pelita…selama ini gw berpikir pelita tuh yah seperti lampu aja, yang penting nyala dan keliatan, mo lampu kedap kedip di diskotik kek, mo lampu 5 watt doank, mo lampu pengusir nyamuk..yang penting lampu dan nyala. Toh lampu hias yang ada di pohon natal dengan watt kecil, kelap kelip sangat cantik terlihat di pohon natal di malam hari.
Ternyata tuh salah banget…pelita yang dimaksud disini adalah seperti lentera di jaman dahulu kala tea… pada saat listrik belum ditemukan ..pada saat dimana-mana sepertinya gelap gulita…mereka menggunakan lentera sebagai penunjuk jalan ato penerang…bukan seperti qta sekarang, yang memakai lampu hanya sebagai hiasan, supaya terlihat cantik, bahkan untuk dunia fotografi, dengan memainkan unsur cahaya/ lampu akan didapat sang foto model menjadi begitu cantik.
Jadi tiada lain dan tiada bukan, bahwa qta tuh harus jadi seperti terang…..terang yang tidak hanya bersinar tapi dapat menjadi penerang sehingga qta dapat melihat dengan jelas mana jalanan yang berlubang atau berbatu biar qta ga kesandung he he. Dan semua itu bukan buat qta, tapi kembali pada hakekat seorang manusia ..yaitu memuliakan Sang Pencipta..
Gw pribadi dalam banyak kasus takut untuk ‘kelihatan’ ..dengan pembenaran diri, ah orang lain juga biasa-biasa aja, masih banyak yang di belakang gw, masih banyak yang belum, dan lain-lain. ‘Kelihatan’ di sini adalah “Do ur best in ur life” ..kadang qta berpikir ..ah sutralah..cukup kok qta segini..jadi orang ga usah ngoyo kan semua ada yang ngatur Tapi di lain sisi qta sendiri takut untuk jadi “invisible man” (jaka sembung yee he he).. takut ga dianggap, takut jadi orang paling belakang, paling terakhir tapi gada sesuatupun yang qta lakukan untuk itu… qta hanya berpusink ria dengan menjadi orang ‘biasa’..yang penting ga jadi orang yang terakhir/ paling belakang…atau orang dengan gelar T…(ter….), kalo tercantik ato terpintar sih sapa juga yang ga mau he he..tapi kalo terbego, dll????
Tapi ilustrasi terang itu mengingatkan qta ..kalo sudah seharusnya qta berusaha untuk menjadi diri qta sendiri dengan peringkat/ peran terbaik yang dapat qta jalani…bukan untuk mencapai kepuasan diri tetapi kembali ke hakekat qta sebagai manusia….
Di lain sisi……beberapa hari setelah permasalahan lentera…ada pemikiran lain yang timbul….
Kadangkala qta berpikir dan sepertinya sudah tertanam di benak qta kalo setiap pencobaan adalah berasal dari Allah… berapa hari lalu gw baca dan ternyata di situ dikatakan bahwa Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.
Bletak……sepertinya gw terhantam sesuatu di kepala gw dan langsung menuju otak gw…buset deh dah 29 tahun gw punya konsep yang salah. Gw merasa hal yang jelek yang terjadi pada gw adalah sesuai kehendakNya…dan itu atas ijinNya untuk meng’hajar’ gw… Tapi setelah gw baca lagi..baca lagi…hemmmm sepertinya bener deh…setiap qta jatuh dalam pencobaan adalah akibat dari qta sendiri.
Coba aja kalo temen qta lagi ada masalah, qta selalu berusaha menghibur dengan bilang…. esok lebih baik….itu bukan salah loe …. mungkin dah seharusnya begitu …ada makna di balik semua ini…..bla bla…Sama seperti qta menghibur diri qta, jarang sekali qta melihat atau menilai sesuatu yang terjadi adalah murni kesalahan dari qta!?!?
So…!?!
Gw mo belajar…belajar untuk sadar..sadar akan kelemahan daging gw…apalagi daging gw banyak dan tebal he he….